Tampilkan postingan dengan label Cinta Dan Pasangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Dan Pasangan. Tampilkan semua postingan

Uang atau Cinta


Dulu, setiap wanita yang akan mengubah status nona menjadi nyonya, selalu ada pertimbangan bibit, bebet, dan bobot untuk calon pasangannya. Sekarang pun tetap perlu. Hanya saja, wanita masa kini memiliki kalkulasi tersendiri ketika memilih calon belahan jiwanya.

Menurut E. Philip Rice dalam bukunya berjudul Intimate Relationships, Marriages & Family, dalam menentukan pasangan hidup perlu pertimbangan dan perhitungan matang. Kalkulasi ini bisa menjadi ‘investasi’ pernikahan Anda. Dengan kata lain, keputusan Anda sekarang yang menentukan masa depan Anda.

Tdak selalu dari segĂ­ finasial, kok. Tetapi, juga bisa diperhitungkan berdasarkan kepribadian dan karakter si dia. Semua tergantung harapan dan kebutuhan Anda dalam pernikahan.

Ada banyak untungnya, bila kita berhitung-hitung dulu sebelum menikah, antara lain: usaha Anda beradaptasi dengan pasangan tidak terlalu berat setelah menikah, karena Anda sudah bisa menerima kelebihan dan kekurangannya sejak sebelum naik pelaminan.

Kalaupun muncul masalah baru setelah menikah, biasanya persoalan bisa diatasi lebih mudah, lantaran Anda berdua sudah saling memahami. Dengan kata lain, Anda dapat terhindar memilih pasangan yang salah. Dengan begitu, Anda dapat meramalkan perkawinan Anda bersamanya.

Lantas, apa yang perlu dikalkulasikan?

- Bila rasa aman secara finansial adalah faktor utama dalam memilih calon suami, tentunya pria mapan menjadi target Anda. Mengingat kebutuhan semakin menggunung, wajar saja seorang wanita lebih memilih pasangan berkantong tebal. Mereka ini bukan lagi disebut wanita matre’, melainkan wanita realistis.

- Anda perlu mengenali pribadinya dengan lebih dalam. Misalnya, apakah dia memiliki tuntutan tertentu setelah menikah? Atau, apakah dia tipe yang mau diajak turun ke dapur atau membersihkan rumah? Anda akan mengetahui apakah Anda bisa menolerir tuntutannya, atau apakah dia bisa diajak berbagi peran di rumah atau tidak..

- Apakah sia dia terbuka soal keuangan. Satu hal yang harus menjadi ’budaya’ dalam masalah keuangan, baik kekayaan maupun utang, Anda berdua harus saling jujur soal ini. Tidak baik untuk memberikan kejutan-kejutan dalam hal keuangan. Apalagi hal yang buruk. Nah, bicarakan saja secara terbuka agar Anda dan pasangan sependapat tentang model pengelolaan keuangan.

- Buang pula jauh-jauh kebiasaan berasumsi sendiri dalam hal cara pandang pasangan soal keuangan. Misalnya, saat pacaran, si dia cukup ’dermawan’, tidak segan-segan memenuhi keinginan Anda. Asumsi Anda, dia pasti tidak akan pelit setelah menikah. Padahal kan, belum tentu. Namanya pacaran, biasanya pria rela menghabiskan uang banyak, demi Anda. Tapi, setelah menikah, ketika kebutuhan makin banyak, kebiasaan ini pun bisa berubah.

- Aset yang harus Anda teliti dengan baik adalah sifat dan kepribadian pasangan. Pria-pria yang berhasil, biasanya memiliki sifat penuh perjuangan, karena dia pekerja keras dan ulet dalam berusaha. Mereka juga umumnya sudah memililiki rencana di masa depan, dan sudah menetapkan langkah-langkah untuk mencapai impian.

Cara Memilih Cincin Pernikahan


Pernikahan sudah di depan mata tetapi Anda belum memilih cincin? Wah, sebaiknya 4 bulan sebelum pernikahan, Anda sudah mulai mencari-cari cincin apa yang sesuai untuk Anda dan pasangan. Cincin itulah yang akan menjadi simbol cinta yang akan dikenang dan digunakan seumur hidup. Karena itu, jangan sampai Anda salah memilih. Dalam memilih cincin kawin, ternyata susah-susah gampang, Anda harus menyesuaikan selera dengan pasangan, serta memperhitungkan anggaran.

Tentukan anggaran
Sebaiknya, tentukan anggaran sebelum
membeli cincin. Dalam hal menentukan anggaran jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan pasangan. Komunikasi tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Anda dan pasangan agar menjadi tim yang kompak dalam rumah tangga nantinya.

Survey, survey, survey
Mulailah untuk survei di majalah dan toko-toko perhiasan. Anda bersama pasangan bisa melihat-lihat berbagai model cincin. Model cincin yang berbagai macam memang terkadang membuat bingung untuk memilih. Untuk menghindari kebingungan, konsultasikan dengan petugas yang ada di toko tersebut. Jangan segan-segan untuk mengatakan anggaran Anda. Pilihlah toko yang bisa Anda ajak bertukar pikiran.

Pilih-pilih model
Ingat, cincin tersebut akan dipakai oleh Anda dan pasangan seumur hidup. Pasti, Anda tidak mau ada kesalahan sedikitpun dalam memilihnya. Saat menentukan model, pilihlah yang sederhana namun elegan. Untuk model cincin yang sederhana, memiliki kelebihan yaitu mudah dibersihkan sehingga, Anda dapat merawatnya sendiri. Tetapi jika model cincin yang Anda pilih cukup rumit, pastikanlah toko perhiasan tersebut memberikan jasa pencucian perhiasan.

Selain itu, jangan pilih model cincin yang terlalu girly. Ingatlah pasangan Anda. Jangan sampai karena Anda memaksa untuk memilih model sendiri, nantinya bisa membuat pasangan akan malas mengenakannya. Wah, bisa berbahaya! Anda tak mau kan, masih banyak wanita yang mengincar suami Anda nanti, lantaran dia masih disangka lajang?

Minta pendapat si dia
Komunikasikanlah pada pasangan untuk setiap keputusan Anda yang terkait pernikahan. Termasuk juga memilih cincin yang sesuai. Jika mengalami perbedaan pendapat, anggaplah hal itu merupakan tahapan untuk membentuk Anda dan pasangan menjadi tim yang kuat.

Humor Dalam Perkawinan, Perlu!


Coba Anda ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda dan suami tertawa bersama? Jika sudah cukup lama tidak melakukan kebiasaan ini, sebaiknya kembalikan keceriaan hubungan lewat humor atau cerita-cerita lucu.

Menurut pakar perkawinan, John Gottman, pendiri Gottman Institute di Seattle, AS, salah satu resep perkawinan langgeng adalah hubungan yang diwarnai humor dan dipenuhi gelak tawa. Sebab, ketika pasangan tertawa bersama, mereka mengalirkan energi positif satu sama lain.

Humor,
memang bisa membangkitkan mood seseorang. Ketika suasana hati sedang kacau, humor atau lelucon mampu mengubah rasa sedih, marah, benci menjadi perasaan relaks dan happy. Anda berdua bisa tertawa lepas, otomatis stres lenyap.

Sayangnya, saat ini tidak sedikit perkawinan yang melupakan ’kekuatan’ humor. Terutama, ketika beban mengurus buah hati, dan kebutuhan rumah semakin bertambah. Padahal, saat humor ‘terkubur’, beban tersebut akan terasa semakin berat, akibatnya muncul ketegangan di antara Anda berdua, yang justru memicu konflik.

Tapi, jangan khawatir. Anda dan suami masih bisa kok, mengembalikan humor dalam perkawinan. Mulailah mengasah kembali selera humor. Tidak sesulit yang dibayangkan, sebab humor atau tawa ibarat virus yang bisa menular cepat pada orang-orang di sekeliling Anda.

Nah, jika Ingin menghadirkan humor sehat dalam perkawinan Anda, coba trik berikut ini juga:

-Libatkan humor dalam obrolan sehari-hari. Dengan begitu, masalah seberat apapun bisa terasa ringan. Yang paling mudah adalah menertawakan sesuatu yang Anda alami. Entah itu, kejadian sehari-hari di kantor, saat macet di jalan atau di rumah. Temukan humor di mana saja. Ketika ada sesuatu yang lucu dan bisa membuat Anda tertawa, nikmatilah, dan hadiahkan humor tersebut ke suami.

- Hindari humor yang sarkasme, dan bermuatan SARA. Hindari juga lelucon yang sensitif, dan bisa menyinggung perasaan suami, misalnya tentang jabatan pekerjaannya yang belum juga dipromosikan atau penghasilannya yang lebih kecil dari Anda.

- Kumpulkan cerita, teka-teki atau pantun lucu dari majalah, koran atau internet. Tulis di kerta, lalu tempelkan di lemari es. Ketika Anda atau suami ingin mengambil sesuatu dari lemari es, Anda berdua tanpa sengaja bisa membaca cerita lucu tersebut. Setidaknya, bisa membuat Anda tersenyum

- Beri suami semangat agar mau berbagi humor. Dengarkan dan hargai lelucon yang dilontarkan suami. Ketika melihat Anda menikmati humornya, dia akan merasa senang, dan terus melucu.

- Bergaul dengan rekan kerja yang hobi melontarkan humor. Dengan begitu referensi Anda dalam hal anekdot atau cerita-cerita lucu lainnya bisa bertambah. Dan, jangan lupa menceritakan kembali pada suami.

- Jangan merasa malu bila lelucon Anda tidak membuat suami tertawa. Relaks saja, Anda bisa terus mencoba hingga bisa menggelitik perasaannya.

- Tonton film komedi berdua. Ajak dia menonton film komedi, seperti Si Jago Merah atau Nagabonar Jadi 2.

Berani Mengucap Kata Putus


Putus cinta memang menyakitkan. Sayangnya, bila rasa cinta sudah hambar, dan hubungan pun tidak sehat lagi, sebaiknya Anda berani mengungkapkan keadaan ini pada pasangan. Semakin lama memendam perasaan ini, semakin dalam Anda akan menyakiti hatinya.

Prakteknya, di kehidupan nyata memang banyak wanita yang mengalami patah hati karena dicampakkan pasangan. Padahal, pada dasarnya, tidak hanya kaum pria saja yang dapat menyatakan putus hubungan terlebih dulu, wanita pun bisa melakukannya. Sayangnya,
sifat dasar wanita yang memiliki banyak pertimbangan sebelum putus, sering menjadi kendala untuk mengakhiri hubungan lebih dulu ketimbang pria.

Karena itu, sebelum tercetus kata ‘putus’, ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan. Dengan begitu, selain tidak terlampau mengancurkan hati sang kekasih, Anda juga tidak akan menyesal mengenai keputusan yang diambil. Lalu, bagaimana mengungkapkan kejujuran ini?

Jangan merasa kasihan
Tak perlu merasa kasihan pada pasangan. Terutama, jika hubungan ini secara emosi tidak membuat Anda atau pasangan tidak bahagia lagi.

Ungkapkan apa yang Anda rasakan. Misalnya, soal keraguan mengenai hubungan ini. Dia kan, juga punya hak untuk mengetahui alasan hubungan ini tak bisa diteruskan. Kalau sudah dibicarakan seperti ini, siapa tahu, Anda dan dia sama-sama merasa lebih enak. Tanpa perlu saling menyalahkan satu sama lain.

Hadapi dengan berani
Jika Anda sudah tak bisa melanjutkan hubungan, sebaiknya jujur saja. Ketimbang sembunyi-sembunyi, menghilang tanpa alasan. Itu lebih menyakitkan kekasih.

Bila Anda menjauh terlebih dulu, seringkali si dia punya presepsi sendiri. Seperti sinyal, Anda tidak membalas teleponnya,dan tak mau lagi diajak bertemu. Hati-hati, bisa jadi pasangan bikin presepsi sendiri yang justru dapat memperburuk hubungan Anda berdua.

Lewat tatap muka
Meskipun banyak pasangan sekarang yang memutuskan hubungan via SMS atau telepon, sebaiknya Anda jangan menirunya. Cara seperti itu sangat tidak etis, dan justru akan lebih menyakitkan baginya.

Saat memutuskan hubungan sebaiknya dilakukan secara face to face alias bertatap muka. Bertemulah secara baik-baik. Lagi pula, saat Anda diminta untuk menjadi kekasihnya dengan baik-baik juga. Jika diawali dengan niat baik, berarti diakhiri juga dengan niat baik. Jadi, Anda tidak akan rugi satu teman.

Terima penolakan si dia
Bila kekasih tidak bisa menerima keputusan Anda, itu wajar. Mungkin, bagi dia selama ini hubungan kalian baik-baik saja. Cobalah, ajak dia berdiskusi mengenai bungan selama ini. Beri dia pengertian untuk bisa menerima keraguan Anda mengenai kelanjutan hubungan ini. Ajak si dia berpikir positif dan berdamai dengan keadaan. Hingga akhirnya Anda berdua menyadari memang tidak ada kecocokan.

Tunjangan Anak Setelah Perceraian



Ketika memutuskan bercerai, urusannya tidak sekadar berpisah. Biasanya, hasil keputusan pengadian perceraian mewajibkan orang tua (khususnya pihak ayah) untuk memberi tunjangan keuangan bagi anak dan mantan istri. Tapi, dalam penerapannya tidak sedikit mantan suami yang mengabaikan kewajiban ini. Lalu, apa yang harus dilakukan agar mantan suami mau berbagi biaya keperluan anak?

Sebelum ‘berjuang’ di pengadilan, ada baiknya Anda mengenali hukum-hukumnya. Yaitu, dasar hukum perdata tentang tunjangan keuangan untuk anak-anak yang orang tuanya bercerai antara lain:

Undang-undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 8 yang berbunyi:
(1) Apabila perceraian terjadi atas kehendak pegawai negeri sipil (PNS) pria, maka ia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya.
(2) Pembagian gaji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ialah sepertiga untuk PNS pria, sepertiga untuk bekas istrinya dan sepertiga untuk anak atau anak-anaknya.

Sedangkan Kompilasi Hukum Islam Pasal 156 tentang Akibat Perceraian, menyebutkan:
(b) Anak yang sudah mumayyiz (cukup umur, Red.) berhak memilih untuk mendapatkan hadhanah (pengasuhan, Red.) dari ayah atau ibunya.
(d) Semua biaya hadhanah dan nafkah anak menjadi tanggung jawab ayah menurut kemampuannya, sekurang-kurangnya sampai anak tersebut dewasa dan dapat mengurus diri sendiri (21 tahun).

Sayangnya, kedua peraturan itu tidak memiliki risiko hukuman yang bisa memberi efek takut atau jera jika mantan suami melanggarnya. Akibatnya, jika seorang suami atau ayah tidak memenuhi keputusan pengadilan tentang tunjangan anak tersebut, maka tuntutan hukum akan sia-sia.

Jika perceraian berakhir baik-baik, kompromi dan pendekatan secara pribadi dapat dilakukan untuk memecahkan masalah ini. Namun, jika perceraian berakhir runyam, tentu sulit bagi istri atau ibu dan anak-anak untuk membicarakan bersama hal ini dengan mantan suami.
Karena itu, sebelum ‘bertarung’, ada baiknya Anda punya persiapan, antara lain:
- Diskusikan tunjangan anak sebelum memutuskan bercerai. Buatlah kesepakatan sebelum menjalani sidang perceraian. Selain tidak buang-buang waktu, cara ini juga bisa membuat pihak mantan suami lebih memahami kebutuhan anak-anak.

- Buang ego masing-masing, dan pikirkan kepentingan anak-anak.

- Jabarkan kebutuhan untuk tunjangan anak secara detail, terlepas pihak mantan suami akan memberikan atau tidak. Setidaknya, berdasarkan surat keputusan itu, Anda memiliki bukti, sehingga ketika dipertanyakan di masa mendatang, tidak menyudutkan Anda.

- Saat mengajukan isi tunjangan, jangan hanya memikirkan biaya bulanan untuk keperluan saat ini. Perhitungkan pula masa depan mereka dengan mengajukan asuransi pendidikan atau kesehatan.

- Jangan bergantung 100% pada mantan suami. Sebelum benar-benar ‘lepas’ dari suami, sebaiknya Anda sudah memiliki penghasilan sendiri. Susahnya memang jika Anda sudah tidak bekerja. Karena itu, jika ada harta gono-gini, Anda bisa menggunakan sebagiannya untuk usaha, dan sebagian lagi untuk ditabung. Setidaknya, hingga Anda mendapatkan pekerjaan tetap.

Apakah Karakter Kekasih Mirip Sang Ayah ?



Tanya:
Hubungan saya dan ayah memang sangat dekat. Mungkin, karena saya anak perempuan satu-satunya di keluarga. Tapi tanpa disadari, saya selalu memilih kekasih yang figur dan karakternya mirip dengan ayah. Apakah itu wajar? Mengapa ayah bisa mempengaruhi saya dalam memilih pasangan?

krisxxx@yahoo.com.au

Jawab:
Dalam mencari pasangan anak bisa sangat lekat dengan figur orang tuanya. Kalau pria umumnya mencari figur ibu, sedangkan wanita biasanya
mencari figur yang mirip ayahnya. Terlebih bila sang ayah ini sosok berkualitas. Ada dua hal yang paling membuat wanita ‘jatuh hati’ dari figur ayahnya, yakni faktor kepribadian dan kesuksesan.

Ayah yang sukses dalam karier, berhasil dari segi materi akan dinilai memiliki tanggung jawab yang besar. Tak heran, seorang wanita yang dibesarkan dalam keluarga berkecukupan seringkali memilih pasangan ambisius atau pekerja keras, seperti ayahnya.

Tapi, sebaiknya Anda berhati-hati jangan sampai terjebak figur ayah. Bila kemiripan kekasih dengan sang ayah itu dalam hal-hal yang baik dan positif, Anda patut bersyukur. Karena, bisa membantu mengembangkan hubungan yang juga positif dengan kekasih.

Namun, bila kemiripan yang Anda cari ternyata tak sebesar yang Anda harapkan, sebaiknya tak usah terlalu kecewa. Siapa tahu ternyata Anda telah mengadopsi karakteristik baik yang dikagumi dari ayah seperti tegas, bijak, kuat, sehingga pasangan yang Anda butuhkan justru orang sebaliknya, agar Anda dan pasangan saling melengkapi.

Tapi, bila kemiripan kekasih dengan sang ayah adalah dalam hal-hal negatif, barulah Anda waspada. Pada dasarnya sulit mengubah karakter yang sudah terbentuk dari pasangan. Tapi, bila hubungan itu dilanjutkan, maka Anda akan menghadapi suasana yang sama pun sewaktu Anda kecil dulu.

Karena itu, sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, temuilah psikolog untuk membicarakan masalah yang Anda hadapi. Kalau Anda telah memahami kejelekan pasangan dan menyadari bahwa Anda sulit mengubahnya, kini pilihan ada di tangan Anda apakah ingin tetap melanjutkan hubungan dengan sejumlah konsekuensi yang sudah disadari, atau memilih memutuskan hubungan.

Konsultan:
Maria Susanti
Psikolog

Lima Masalah Khas Pengantin Baru


Banyak orang yang mengatakan tahun pertama pernikahan adalah masa terberat karena masih banyak hal yang harus disesuaikan. Anda dan pasangan masih dalam proses saling mengenal. Perbedaan pendapat mulai dari hal kecil hingga besar sering menjadi pemicu pertengkaran.

Hal tersebut sangat wajar. Setiap orang akan melalui tahap adaptasi dalam hidupnya. Termasuk kehidupan rumah tangga. Masalahnya, proses adaptasi sering memicu konflik di antara Anda berdua. Agar tak terus bertengkar di masa-masa bulan madu, siasati permasalah tersebut dengan trik berikut.

1. Perbedaan Gaya Hidup
Gaya hidup Anda dan pasangan yang bertolak belakang bisa menjadi pemicu perdebatan. Misalnya kebiasaan Anda dilayani pembantu, ternyata bertolak belakang dengan pasangan yang sangat mandiri. Atau kebiasaan pasangan yang suka bergaul dengan teman-temannya hingga larut malam sangat mengganggu Anda. Hal-hal semacam itu akan menjadi sumber konflik.

Solusi : Anda berdua harus mencoba saling menyesuaikan. Buatlah kehidupan rumah tangga Anda menjadi nyaman. Jangan hanya memikirkan kenyamanan bagi diri sendiri. Sedikit mengubah kebiasaan agar rumah tangga Anda menjadi lebih baik, kan, tidak ada salahnya. Mulailah membuat kesepakatan kecil, seperti membagi tugas rumah tangga atau menentukan waktu makan malam bersama.

2. Uang
Tidak adanya kesepakatan sebelum pernikahan tentang keuangan rumah tangga bisa menjadi penyulut konflik. Belum lagi masalah transparansi keuangan. Jika ada salah satu baik Anda maupun pasangan tidak secara terbuka tentang uang, dapat memunculkan masalah. Buruknya lagi, masalah keuangan biasanya akan merembet ke masalah lain, yang malah membuat konflik makin meruncing.

Solusi : Sebelum menikah atau di awal pernikahan sebaiknya Anda dan pasangan saling terbuka soal keuangan. Buatlah kesepakatan jelas mengenai keuangan rumah tangga. Selain membuat aliran uang lebih jelas, keuangan rumah tangga Anda pun menjadi teratur. Untuk menyatukan visi dalam pengaturan keuangan keluarga.

3. Anak
Akan lebih jika masalah anak dibicarakan sebelum pernikahan. Terkadang perbedaan rencana antara Anda dan pasangan terkait masalah anak menimbulkan perdebatan.

Solusi : Bicarakan dengan jelas tentang rencana memiliki anak. Apabila Anda dan pasangan masih ingin menikmati kebersamaan, sebaiknya tunda dulu kehamilan. Terutama jika kehidupan rumah tangga Anda belum stabil. Pastikan Anda dan pasangan sudah siap menjadi orang tua dan menerima segala konsekuensinya. Jangan sampai, anak hadir ketika Anda belum siap. Jangan lupa untuk membuat anggaran untuk anak.

4. Keluarga Besar
Pihak keluarga seperti orang tua, besan, atau kakak biasanya banyak memberikan nasihat dan petunjuk pada pengatin baru seperti Anda dan pasangan. Perbedaan tradisi dan sudut pandang antara Anda dan pihak keluarag besar juga menjadi sumber konflik.

Solusi : Tidak ada salahnya mendengarkan petunjuk para orang tua atau keluarga. Tetapi yang harus dipegang, bahwa hanya Anda dan pasangan yang berhak menentukan keputusan. Meskipun ada orang tua atau pihak keluarga lain, jika ingin membuat keputusan sebaiknya bicarakan pertama kali pada pasangan. Jangan sampai keputusan dibuat hanya mengikuti pihak keluarga.

5. Komunikasi
Pernikahan terkadang membuat pasangan baru malah sulit berkomunikasi. Saat berpacaran komunikasi cukup lancar, tetapi saat menikah malah kurang. Hal itu karena Anda berdua belum beradaptasi dengan baik. Kesibukan sebaiknya mulai dikurangi. Anda dan pasangan membutuhkan komunikasi yang berkualitas agar proses adapatasi berjalan lancar.

Solusi : Sesungguhnya dalam pernikahan, Anda dan pasangan jangan membuat asumsi. Jika ada yang memiliki asumsi atau dugaan, yang muncul hanya kecurigaan tanpa alasan. Hal itulah yang akan menjadi konflik. Untuk itu buatlah semua hal menjadi jelas baik bagi Anda dan pasangan. Dan, hal tersebut hanya bisa didapatkan jika komunikasi Anda dan pasangan lancar

Jurus Jitu Kritik Si Dia


Yang namanya hubungan percintaan,pasti mengalami pasang surut. Ada kalanya, Anda dan pasangan sedang mood saling menghujani perhatian. Tapi, ada saatnya hubungan Anda berdua memanas. Kalau bukan kebiasaan buruknya yang bikin kesal, mungkin sikap si dia seenaknya sendiri yang membuat Anda makan hati. Maksud hati ingin melontarkan kritik agar dia bisa mengubah kebiasaan buruknya. Tapi, yang terjadi Anda berdua justru perang dingin. Nah, jika pasangan ‘alergi’ dikritik, ada strateginya agar dia dapat menerima kritik Anda.

Kenali sifatnya
Anda perlu menyadari, kebanyakan pria agak sulit menerima masukan atau
kritik yang disampaikan secara frontal. Egonya bisa terusik. Jika ini terjadi, sulit diharapkan ia akan menerima masukan dari Anda. Yang lebih runyam, jika ternyata pasangan Anda termasuk pria yang sangat sensitif dan cenderung defensif. Jangankan menerima kritik, berargumentasi pun mereka tidak mau. Secara spontan mereka bakal menolak mentah-mentah segala bentuk kritik yang diarahkan kepadanya. Misalnya, langsung marah atau malah mendiamkan pasangannya. Karena itu, cara Anda melontarkan kritik sebaiknya secara halus.

Tentukan prioritas kritik
Mungkin, persoalannya adalah bagaimana menyampaikan masukan yang ingin diutarakan tanpa harus menyinggung ego si dia. Hal pertama yang perlu Anda ingat adalah menentukan objek kritik. Kalau Anda mencatat ada banyak hal perlu dibicarakan, lebih baik memilih yang dianggap paling penting. Tak semua masalah dalam hidup ini perlu dipersoalkan. Memberondong si dia dengan serangkaian kritik hanya akan membuatnya makin tak nyaman.
Misalnya, pasangan Anda punya kebiasaan boros. Sebaiknya, Anda hanya mengkritik masalah itu. Jangan ungkit-ungkit masalah lain yang sepele, misalnya si dia jarang memberikan bunga.

Pilih waktu tepat
Pertimbangkan waktu yang baik untuk memulai pembicaraan. Pria bisa bersikap lebih sensitif bila diusik pada waktu yang salah. Kapan waktu yang tepat itu? Saat dia tidak sedang dalam kondisi lelah atau tertekan. Ini bisa Anda ketahui melalui percakapan. Namun, jika ia tipe pendiam atau sedang enggan bercakap-cakap, Anda bisa membacanya lewat bahasa tubuhnya.
Yang juga perlu diperhatikan adalah kondisi emosi Anda sendiri. Bila saat itu mood Anda kacau, lebih baik tenangkan diri dulu sebelum memulai pembicaraan. Jangan sampai Anda menangis tersedu-sedu, dan yang mungkin terjadi, pembicaraan dapat merembet ke hal-hal tidak penting.

Pilihan kata
Jika tidak berhati-hati, lidah Anda bisa menjadi pedang yang menyakitkan bagi si dia. Siapa pun akan merasa diserang dan dihakimi jika dituding dengan kata-kata tajam dan pedas. Kalau pasangan Anda juga tidak bisa menyikapinya dengan baik, kejadian selanjutnya mudah ditebak: meledaklah pertengkaran antara Anda berdua.

Oleh karena itu, bijaklah memilih kalimat dan sampaikanlah dengan cara yang halus agar ia tidak tersinggung. Hindari mengatakan, “Pokoknya…”, “Kamu tidak pernah...,” atau “Kamu selalu....” karena itu bernada memojokkan dan menuduh, seolah Anda tidak memberinya kesempatan untuk memberi penjelasan.

Sigap hadapi reaksinya
Sebaiknya Anda sudah mengantisipasi reaksinya atas kritik Anda. Mungkin dia akan melakukan serangan balik terhadap kebiasaan buruk Anda sendiri, atau mengungkit-ungkit kembali masalah lama yang sebenarnya telah dibicarakan dan diselesaikan.

Bila reaksinya marah, coba pikirkan apa yang menjadi penyebabnya. Mungkin cara penyampaian Anda salah atau situasinya tidak tepat. Bisa jadi dia marah karena Anda tidak pernah mau mendengarkan alasannya. Yang penting, jika dia marah karena sikap Anda, jangan lantas ikut-ikutan marah juga. Harus ada salah satu yang tetap tenang dan rasional di antara Anda berdua.

Pria kesal bila dikritik tentang…
Ada beberapa hal di dunia pria yang tak ingin diganggu gugat pasangannya. Antara lain:

- Pekerjaan. Terutama soal performa kerja dan gaji. Kemampuan untuk berprestasi di bidangnya dan penghasilan finansialnya merupakan cara pria membuktikan kecanggihan dirinya. Jika ingin memberi masukan mengenai hal sensitif ini, hati-hatilah dan pikir dulu berkali-kali. Pilih pendekatan terbaik dan sehalus mungkin agar harga dirinya tidak terluka.

- Keluarga. Apalagi jika memang ada masalah dalam keluarganya. Misalnya, dia datang dari keluarga yang tidak harmonis. Jika ingin menyampaikan pendapat Anda mengenai hal ini, usahakan jangan sampai berkesan menyalahkan siapa pun. Semua itu adalah hal-hal di luar kemampuannya. Kalau tidak hati-hati, akan muncul kesan Anda menuduhnya sebagai ‘produk gagal’ dari keluarga yang bermasalah.

- Sahabat. Sekali waktu Anda mungkin merasa tidak nyaman berada di antara teman-teman dekatnya atau tempatnya biasa bergaul. Bila itu terjadi, tidak perlu mencelanya sebagai orang yang salah gaul dan memusuhi teman-temannya. Bisa jadi ia menemukan nilai plus dalam diri kawan-kawannya, yang saat ini tidak tampak di mata Anda. Cobalah jalin hubungan baik dengan teman-teman dekatnya, karena dengan begitu Anda juga belajar mengenali pasangan dari sudut pandang lain.

Empat Rahasia Hubungan Luar Biasa


Di tengah kondisi keuangan yang cekak saat ini, mungkin di bawah ini bisa membuat anda tersenyum, bahwa seks yang menakjubkan adalah gratis!

Di bawah ini adalah empat rahasia hubungan intim yang diungkap di buku "The 4 Secrets of Amazing Sex" karya Sex therapist Georgia Foster dan Beverley Anne Foster yang dikutip The Sun. Georgia mengatakan yang terpenting dalam seks adalah kita menfokuskan pikiran kita sebanyak kita menfokuskan tubuhnya.

"Ini bukan buku mengenai posisi seks. Setiap orang dapat menikmati seks, tapi untuk mendapatkan seks yang luar biasa, pikiranmu harus berparisipasi," demikian Foster.

Empat rahasia itu:

1. Godaan
Godaan adalah rahasia pertama untuk mempertahankan gairah yang membara dengan pasangan anda. Banyak orang berasumsi mereka membutuhkan godaan untuk merasa seksi. Padahal itu salah. Pertama kita menciptakan hasrat pada pikiran kita, dan ini adalah tanggung jawab Anda untuk mengerti apa yang bisa membangkitkan anda sendiri. Hal ini tentang mengambil pesan bagaimana perasaanmu- bukan ekspektasimu agar pasanganmu dapat mendorong perasaan seksmu tiba-tiba.

2.Sensasi
Rahasia kedua ini tentang indra ke enam. Serap energi antara kamu dan pasanganmu, sebanyak ingatanmu tentang baunya, sentuhannya, suaranya dan rasanya. Indra keenam ini sering dilewatkan pada saat kita sibuk, namun tanpa ini seks terasa tumpul.

3.Menyerah/pasrah
Rahasia ketiga ketika ini adalah perasaan aman dan pasrah kepada pasanganmu dalam menikmati seks. Jika pikiran dan perasaanmu penuh energi, kamu membutuhkannya untuk merasakan kamu menginginkannya dan perasaan pikiranmu telah terubung dengan pasanganmu saat ini.

4.Bayangan atau refleksi
Jika anda telah mendapatkan kesenangan dengan tiga rahasia tadi, rahasia ini adalah mengenai melihat kebelakang pengalaman dan perasaan yang Anda inginkan kembali. Jika mempunyai pengalaman buruk, maka kita akan melihat negatif dan mungkin menghindari pengulangan dan mengurangi kepercayaan diri.

Buku ini juga membeberkan beberapa langkah yang harus dilakukan di atas ranjang:

1.Abaikan suara menggerutu dalam kepalamu yang mengatakan pahamu gemuk atau bokongmu kendur dan coba katakan pada diri sendiri bahwa Anda hebat.

2.Coba ubah gerakan di ranjang yang menakutkan melalui bahasa non verbal untuk membantu percaya diri Anda.

3. Ingatlah untuk bernafas. Jika orang terlalu bersemangat maka akan bernafas pendek. Relaksasi yang bagus adalah metode dengam cara bernafas yang dalam, tahan dan hembuskan perlahan. Ulangi tiga kali dan rasakan kecemasan Anda yang mencair.

4.Buat perubahan kecil setiap melakukan seks. Ini akan menjaga seks anda tetap segar.

Kok, Dia Tidak Menelepon Lagi?


Tanya:
Setelah dua kali berkencan dengan seorang pria, saya bingung. Kok,tampaknya dia mulai menghindar. Tidak lagi menjawab telepon dan membalas SMS dari saya. Padahal saya selalu menikmati saat-saat menggetarkan setiap kali pergi berdua dengannya. Lantas, mengapa kini sepertinya dia melangkah ‘mundur’ dari hubungan yang hampir terjalin? Apa yang salah?

Henni, 34, Jakarta

Jawab:
Memang, ketika acara kencan berakhir, kerapkali bisa menyisakan tanda tanya dalam benak Anda. Apakah si dia akan menelepon kembali, atau akankah dia
mengajak kencan lagi? Tentunya, kondisi ini tergantung dari kebersamaan yang terjalin di antara Anda berdua. Jangan-jangan harapan Anda membuatnya enggan melanjutkan hubungan.

Memang, kebanyakan wanita seringkali merasa cemas memikirkan tujuan hubungan yang masih fresh, bahkan belum dimulai ini. Akibatnya, karena buru-buru ingin segera berkomitmen, banyak fase kencan yang terlewatkan, seperti mengenal kepribadian dan kebiasaan masing-masing.

Menginginkan komitmen boleh, tapi sebaiknya jangan langsung sejak awal kencan. Cobalah lebih realistis. Sebab, kebanyakan pria takut berkomitmen. Masalahnya, jika belum apa-apa, Anda sudah memberi patokan atau standar pada pria, dan ingin ‘melompat’ ke fase komitmen yang begitu serius, tidak mengherankan jika hubungan bukannya makin lengket, tapi justru merenggang. Harapan-harapan Anda di masa depan yang terlalu cepat diungkapkan, bisa membuat si dia tiba-tiba menjauh.

Lagi pula, tujuan kencan kan, bisa dijadikan proses seleksi kandidat suami. Jika merasa tidak cocok dengan satu pria, ya, bye-bye. Anda bisa mencoba lagi dengan kandidat lain. Karena itu, jangan baru kencan 1-2 kali, Anda langsung membuat keputusan, menerima sebagai kekasih atau malah menolak. Perlu menjalani kencan beberapa kali sehingga Anda bisa menyaring kualitas si dia, sehingga bisa menjadi calon suami yang tepat buat Anda.

Pisah Ranjang, Tidak Selalu Buruk


Jika pasangan mengalami gangguan tidur,seperti mendengkur, pisah ranjang untuk sementara dapat menjadi jalan keluar.

Pisah ranjang bukan selalu menjadi awal retaknya pernikahan, bahkan malah bisa menyelamatkan. Menurut George H. Williams, PhD, seorang psikolog dan penasihat perkawinan asal Atlanta, pasangan ideal tidak harus selalu tidur bersama.

Secara individu manusia membutuhkan kenyamanan untuk dirinya sendiri. Dan,
ketika kebiasaan tidur pasangan membuat tidak nyaman, pisah ranjang bisa menjawab permasalahan. Bahkan untuk membuat kehidupan pernikahan lebih kuat, pisah ranjang bisa menjadi sebuah alternatif.

Survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation pada tahun 2005, menggambarkan sebanyak 31% pasangan suami istri mengubah kebiasaan tidur mereka. Hal itu karena kebiasaan tidur pasangan yang menggangu.

Sebanyak 23% pasangan memilih pisah ranjang, atau tidur di sofa, 8 % mengubah jadwal tidur, dan 7% menggunakan penutup telinga.

“Tidur bersama setiap malam merupakan gambaran pernikahan ideal, dan para suami istri cenderung berusaha untuk mewujudkannya padahal tidak ada yang salah saat mereka tidur secara terpisah,” ujar William.

Louanne Cole Weston, PhD, seorang seksolog, juga mengungkapkan bahwa jika Anda tidak merasa nyaman tidur di samping pasangan, Anda tidak akan merasa bahagia bersamanya. Apapun masalahnya, seperti mendengkur saat tidur, lebih baik ungkapkan saja pada pasangan bahwa Anda merasa tidak nyaman.

Ketika Anda ingin bercinta lakukan saja, tetapi ketika Anda sudah merasakan kantuk dan ingin tidur dengan nyaman, pisah kamar seharusnya tidak menjadi masalah. Karena, yang dicari adalah kenyamanan dan akan membawa aura positif bagi hubungan Anda. Pisah ranjang dapat membawa efek baik dalam sebuah pernikahan.

“Tidur secara terpisah tidak selalu menjadi sebuah sinyal negatif bagi sebuah pernikahan. Jika seseorang terpaksa tidur bersama meskipun tidak merasa nyaman malah akan menjadi masalah. Bayangkan saja, jika pasangan selalu mendengkur dan Anda terbangun berulang kali, hal itu malah membuat mood Anda menjadi tidak baik dan hasrat bercinta semakin menurun,” papar Werston.

Untuk itu, utamakan kenyamanan tidur, baik untuk Anda maupun pasangan. Tidur terpisah tidak melulu menjadi pangkal sebuah masalah, tergantung Anda dan pasangan menyikapinya. Jika dengan pisah ranjang Anda dan pasangan malah menjadi lebih nyaman, dan hasrat bercinta semakin besar mengapa tidak dilakukan.

Anda + Kekasih = Pasangan Sempurna ?


Pasangan lain lebih sering melakukan candle light dinner dibandingkan Anda dan kekasih? Atau, si dia jarang mengungkapkan ekspresi cintanya secara romantis? Boro-boro menggandeng tangan atau merangkul Anda saat berjalan-jalan, bilang “I love you” saja hanya satu dua kali selama setahun pacaran.

Wah, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan hubungan Anda berdua tidak akan langgeng. Menurut John Gray, Ph.D, penulis buku Men Are from Mars, Women Are from Venus, pasangan sempurna itu tidak hanya diukur dari kegiatan romantis yang dilakukan. Kuncinya, jika bisa saling memahami kebutuhan dan harapan masing-masing, Anda berdua pun bisa dijuluki the perfect couple. Ingin tahu apa tipe Anda berdua?

1. The Team – tipe tak terpisahkan
Tipe pasangan ini mempunyai hobi dan minat yang sama. Entah itu, mereka berkepribadian introvert, maupun ekstrovert. Seperti misalnya, sama-sama orang rumahan. Hobi Anda berdua membaca dan menonton DVD di rumah. Atau justru Anda dan kekasih sangat menggandrungi olahraga yang sama. Alhasil, pasangan ini banyak menghabiskan waktu berdua. Dan, teman Anda adalah temannya juga.

Plus:
Anda berdua memiliki kedekatan emosional yang sangat erat. Sebab, kebutuhan emosi dan psikologis salling terpenuhi. Bagi Anda, ‘pasangan adalah sahabat’. Hubungan ini memiliki potensi besar menuju perkawinan. Saking tak terpisahkan, hubungan pasangan ini amat lengket bak Romeo dan Juliet.

Minus:
Masalahnya, kedekatan ini kadangkala lebih mudah mengalami ‘gesekan’, yang bisa memicu konflik. Pasalnya, setiap orang butuh privasi. Ada kalanya, pada saat bertengkar, Anda butuh orang lain untuk membantu mencari solusi masalah.

Agar kemesraan terjalin:
Meskipun sudah menganggap si dia sebagai sahabat terbaik, Anda tetap perlu memiliki ruang gerak sendiri. Anda membutuhkan teman dari kalangan berbeda, walaupun sekedar teman curhat atau teman kumpul. Anda perlu memiliki me time, waktu khusus untuk Anda sendiri. Hal ini bisa menjadi udara segar buat Anda. Beri juga kebebasan pada si dia untuk melakukan aktivitas sendiri.

2. The Partner – tipe kerja sama
Tipe pasangan ini memiliki minat yang berbeda, tapi bisa melakukan aktivitas di tempat berdekatan. Anda hobi merawat bunga di kebun, sedangkan si dia suka mengutak-atik mesin mobil di garasi. Biasanya jika menikah nanti, pasangan ini mempunyai kebiasaan bagi tugas. Semisal, Anda mengurus urusan dapur, sementara pasangan bertugas mengurus tagihan-tagihan.

Uniknya, karena minat berbeda, ketika jalan-jalan ke mal, Anda berdua saling memisahkan diri, menuju keperluan masing-masing. Maksudnya, agar tidak buang-buang waktu. Jadi, saling kerja sama.

Plus:
Pasangan ini merupakan tim kompak. Kendati, melakukan hal-hal berbeda, secara emosi, Anda berdua cukup dekat, tanpa merusak area pribadi masing-masing.

Minus:
Sayangnya, karena sudah merasa saling mengetahui apa yang harus dilakukan, pasangan ini memiliki komunikasi yang kurang. Kadangkala, walaupun sedang berduaan, tapi Anda berdua sibuk dengan diri sediri. Akibatnya, jarang ada obrolan lain. Hati-hati. jangan-jangan, Anda kurang mengenal si dia luar dalam.

Supaya makin dekat:
Ajaklah pasangan berdiskusi mengenai kesukaan Anda. Minta juga pendapatnya mengenai masalah yang sedang Anda hadapi. Cara ini juga membuat si dia merasa dibutuhkan. Jadi jangan lupa, pria sesekali butuh dianggap sebagai pemegang kendali.

3. The Opponent – Tipe bertolak-belakang
Tipe pasangan ini memiliki kepribadian yang berbeda 180 derajat. Semisal, Anda menyukai window shopping di mal, sedangkan kekasih lebih suka mendaki gunung. Atau, Anda hobi clubbing alias club hopping, tapi si dia lebih suka menonton tayangan olahraga di rumah.

Plus:
Kebutuhan emosi masing-masing bisa terpenuhi, kendati tidak dilakukan bersama-sama. Ruang gerak yang Anda berdua miliki juga cukup luas. Tapi, Anda berdua saling menutupi kepribadian yang tidak dimiliki. Sehingga, menciptakan hubungan yang utuh, saling melengkapi dan mengisi satu sama lain. Contohnya, Anda pengatur, si dia pengalah. Anda introvert, dia ekstrovert.

Minus:
Untuk memahami kebutuhan pasangan memang cukup sulit. Soalnya, yang diharapkan satu sama lain berbeda. Biasanya, hal yang disukai si dia, adalah hal yang Anda benci. Karena itu, kedekatan emosionalnya cukup renggang

Agar kemesraan terjalin:
Nah, untuk menambah kemesraan, sebaiknya Anda memahami kebutuhan dan harapannya. Anda mesti peka terhadap kebutuhannya. Jangan menghalang-halangi dia saat melakukan hobinya. Sangat penting juga untuk mengenal lingkungan kekasih. Di situlah koneksi Anda berdua.

Sebaliknya, agar dia tahu kebutuhan Anda, perlu juga memberitahukan keinginan Anda padanya. Pria itu bukan paranormal, yang bisa meramal apa yang Anda inginkan. Jadi, sebaiknya Anda mencoba untuk saling terbuka satu sama lain.

TV di Kamar Bikin Pasangan Bertengkar?


Tanya:
Sejak sebelum menikah, saya (24) terbiasa menonton televisi dalam kamar tidur. Kini, setelah sebulan menikah, saya meletakkan televisi di kamar. Yang ingin saya tanyakan, benarkah jika ada televisi dalam kamar tidur tidak baik menurut feng shui? Apakah bisa membuat hubungan saya dan suami renggang? Adakah elemen feng shui yang bisa ditambahkan agar energi dalam kamar seimbang?

Jawab:
Secara Feng Shui, kamar tidur memang adalah untuk aktivitas yin (lemah). Tidur membutuhkan energi yin supaya seimbang dan harmonis. Energi televisi adalah energi yang (kuat). Jadi, jika di dalam kamar tidur terdapat televisi terjadi pertentangan energi antara yang dan yin.

Kecenderungannya, bila Anda tidur di dalam kamar yang terdapat televisi, cenderung kurang tenang. Nah apabila Anda yang tinggal di dalamnya memiliki energi lemah dilihat dari data kelahiran lengkap tanggal, bulan, tahun dan jam, maka dapat berakibat pada kesehatan, karier dan keberuntungan.

Konsultan:
Jenie Kumala Dewi
Pakar Feng Shui

Goda Dia di Akhir Pekan


Jangan sia-siakan waktu di akhir pekan ini tanpa ‘nakal-nakalan’ bersama suami. Anda bisa menciptakan suasan bulan madu di rumah. Jangan bingung, banyak aktivitas yang dapat dipraktekkan berdua.

Tapi, menurut pakar seksologi Jane Greer, Ph.D, ada baiknya jangan langsung ‘melompat’ ke tempat tidur. Awali dengan melakukan hal-hal sederhana yang bisa menggodanya, hingga mood bercinta tercipta, sekaligus ’si junior’ bisa mulai beraksi.

Kirim sinyal ’nakal’
Bangkitkan mood pasangan dengan mengirimkan sinyal-sinyal. Misalnya, Anda bisa memulai aksi-aksi yang memancing gairah. Seperti, saling menyentuh, mengelus rambut, mencium pipi, bahkan memanggil panggilan sayang.

Goda dengan lingerie seksi
Kenakan baju tidur seksi, dan semprotkan wewangian beraroma menggoda. Dijamin bisa memicu gairah si dia.

Relaks
Sebelum mulai bercumbu, Anda bisa menyiapkan sebotol red wine dan sekotak cokelat di meja samping tempat tidur. Sajian ini dianggap sebagai afrodisiak. Konon, selain bisa untuk menghangatkan badan, red wine juga berkhasiat membuat tubuh relaks dan melenyapkan rasa lelah.

Sensasi pijat sensual
Gunakanlah oil massage plus essence aromaterapi untuk menebarkan sensualitas dan kenyamanan, seperti wangi jasmine, lanvender atau ylang-ylang. Untuk memulihkan kondisi lelah suami, Anda dapat memijatnya terlebih dulu. Anda bisa memulai dari memijat leher, pundak, lengan, turun ke punggung lalu ke bokong, paha dan baru ke kaki suami. Setelah itu, mintalah suami melakukan hal sama pada Anda.

Memulai foreplay
Foreplay berperan besar dapat membangkitkan gairah seksual pasangan. Jadi, tak ada salahnya jika Anda yang memulai terlebih dulu. Saat berada di pelukan si dia, tak perlu ragu untuk menunjukkan dorongan seksual Anda. Kecupan dan belaian yang menggoda, akan segera akan meningkatkan gairahnya.

Eksplorasi variasi posisi bercinta
Bosan dengan gaya bercinta konvensional? Gaya lain boleh dicoba. Variasi dalam hubungan intim mutlak diperlukan. Jenuh di kamar tidur, tempat lain boleh dijelajahi. Dapur, kamar mandi, kamar hotel, mobil, semua bisa dijajal. Sensasinya dijamin beda!

Jadi VIP di Mata Pasangan


Walaupun Anda dan pasangan sedang dimabuk asmara, dunianya bukan cuma milik Anda. Dia pun memiliki kehidupan lain di luar hubungan Anda berdua.

Jika ingin tetap menjadi very important person (VIP) baginya, Anda harus bisa menyelami dunianya. Simak triknya!

Keluarga
Jangan heran jika si dia tiba-tiba terlihat sebagai mummy’s boy di depan ibunya. Sebagian pria memang sangat dekat dengan sang bunda. Dia akan makin cinta pada Anda, jika Anda juga bisa dekat dengan ibunya.

Banyak cara agar Anda bisa mencuri hati calon ibu mertua. Kesan pertama sangat penting. Bersikaplah sopan dan hormat. Kemudian pelan-pelan, Anda bisa mulai mendekatinya dari masakannya atau hobinya.

Perhatian Anda terhadap ibunya, akan menambah perhatian si dia terhadap Anda.

Teman
Kebanyakan pria mengandalkan teman sesama pria saat sedang memiliki masalah. Mereka merasa lebih nyaman curhat dan mendapat solusi dari sesamanya.

Pria sangat takut kehilangan waktu bersama teman setelah mereka memiliki pasangan. Kurangi sifat terlalu bergantung padanya, jadilah wanita mandiri. Jangan terlalu membatasi ruang geraknya bersama teman-temannya.

Anda juga harus belajar akrab dengan teman-temannya. Sesekali ikutlah bergabung jika mereka sedang hang out.

Bos
Dia mungkin slebor dalam keseharian, tapi di hadapan bos dan rekan kerjanya, dia pasti ingin terlihat tak bercela.

Image dan harga diri sangat penting baginya. Jadi, saat berada di depan bos dan rekan kerjanya, jangan pernah membuatnya merasa dipermalukan. Jangan sampai Anda terselip lidah mengungkapkan kelemahannya.

Tampilkan diri Anda sebagai wanita yang layak dia banggakan. Tetap smart tetapi tidak terkesan sok tahu. Citra yang baik terhadap Anda, akan menunjang citra dia di lingkungan pekerjaannya.

Perlukah Tahu Berapa Gaji Pasangan ?


Anda mungkin tahu rahasia ‘terdalam’pasangan. Siapa saja mantan kekasihnya, makanan kesukaannya, obsesi masa kecilnya, tim sepakbola favoritnya, atau di mana ia biasa menaruh kunci mobil atau dompet. Tapi, tahukah Anda berapa jumlah seluruh penghasilannya setiap bulan?

Menurut Ruth Hayden, pengarang buku For Richer, Not Poorer: The Money Book for Couples, masing-masing suami-istri memang memiliki cara tersendiri dalam mengelola keuangan keluarga. Tapi, idealnya, suami-istri seharusnya terbuka dalam hal keuangan. Di antaranya tentang berapa pendapatannya sebulan, apakah ada pemasukan lain di luar gaji yang diterima tiap bulan, dan ke mana saja larinya uang tersebut.

Anehnya, banyak istri yang tidak begitu ingin tahu berapa tepatnya jumlah penghasilan suami. Bagi mereka, yang penting ada uang bersama untuk mencukupi segala kebutuhan rumah tangga. Mungkin, para istri ini takut dianggap terlalu pencuriga terhadap suami, atau dianggap tidak memercayai pasangan hidupnya.

Padahal, sebaiknya masalah keuangan keluarga ini sudah dibicarakan semenjak awal perkawinan, terlebih bila Anda dan suami sama-sama bekerja. Malah, lebih baik lagi jika dibicarakan sebelum melangkah ke pernikahan. Hal ini untuk menghindari terjanya konflik masalah keuangan di tengah perkawinan. Kesimpulannya, Anda perlu tahu jumlah gaji suami, begitu pula sebaliknya.

Karena itu, ajaklah suami untuk merundingkan masalah finansial. Antara lain mengenai tipe pengelolaan keuangan rumah tangga, apakah gaji Anda dan suami digabung bersama, apakah kontribusi masing-masing dihitung berdasarkan persentase gaji atau berdasarkan pembagian tanggung jawab, misalnya suami mengeluarkan biaya untuk urusan yang ‘berat’, seperti membayar cicilan mobil, kredit rumah, asuransi, uang sekolah anak, sementara Anda membiayai kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Bicarakan pula mengenai tabungan, investasi, serta rencana keuangan di masa depan. Tak ada salahnya pula mengorek masa lalu cara orang tua suami Anda dulu mengatur keuangan mereka. Hal ini bisa saja menjadi petunjuk untuk mengetahui pandangan suami mengenai pembagian keuangan keluarga.

Anda bisa menghindari pertengkaran soal keuangan, caranya:
- Jika Anda berdua memiliki sistem pengaturan keuangan yang berbeda, dianjurkan untuk membuka rekening bank masing-masing.

- Jika Anda atau suami, atau mungkin Anda berdua, tergolong ‘gila belanja’, tetaplah rajin memeriksa salinan transaksi dari rekening bersama, agar tidak ada yang shock ketika saldo menipis atau tagihan kartu kredit menumpuk.

- Bicarakan semua masalah keluarga secara jelas, termasuk masalah keuangan. Misalnya, mana yang akan dibeli terlebih dulu: rumah atau mobil. Jadikan tujuan bersama ini sebagai kesepakatan

Yang Membuat Pria ILFIL


Bukan zamannya lagi, wanita dijajah pria. Karena itu, jangan terjebak dengan kesalahan-kesalahan klasik yang sering dilakukan para wanita. Berikut kebiasaan wanita mungkin bisa bikin pria ‘ilfil’, seperti yang dituliskan Barbara DeAngelis, Ph.D. dalam bukunya, Secrets About Men Every Women Should Know:

Memperlakukan pasangan layaknya anak kecil
Mempersiapkan semua keperluan pasangan memang merupakan bentuk perhatian Anda. Sayangnya, maksud baik Anda bisa salah diterima. Pria dapat menganggap, tanda perhatian Anda sebagai instruksi yang menjatuhkan mereka. Mereka merasa Anda menganggapnya kurang kompeten dan mencoba untuk menguasai hidupnya.

Jadi, bukan berarti semuanya Anda kerjakan sendiri, kan? Anda bisa menyiapkan keperluannya di lemari. Tapi, biarkan dia yang memilih sendiri. Dia bisa mandiri, tugas Anda pun lebih ringan.

Mengorbankan mimpi Anda
Banyak wanita yang terbuai perasaannya dan akhirnya meninggalkan hobi yang ditekuninya semata-semata untuk bertenggang rasa dengan pasangannya. Bahkan, ada yang rela mengorbankan cita-cita atau mimpi hidupnya agar menyandang status istri. Semua dikorbankan hanya dengan tujuan: agar si dia senang.

Sadarkah Anda bahwa setiap kali Anda berkorban perasaan, minat, ataupun mimpi, dengan tujuan memenangkan hati si dia, berarti Anda mengiris sedikit demi sedikit jati diri Anda? Walaupun cinta Anda sedemikian besar, perubahan yang radikal bukanlah makna cinta, melainkan proses untuk menguasai dan memanipulasi Anda.

Menyembunyikan kemampuan diri
Mengapa wanita dengan kemampuan segudang rela menenggelamkan potensi dirinya sedemikian rupa? Jawabannya adalah karena mereka menyangka pria lebih nyaman dengan wanita yang berkemampuan biasa-biasa saja. Masa lalu mengajarkan wanita-wanita semacam ini untuk tunduk kepada pria, dengan alasan, pria akan menjauh dari kehidupan mereka karena takut tersaingi.

Padahal, di zaman modern ini, wanita yang terlihat lemah atau inferior tidak lagi menjadi idaman pria. Menurut Barbara, pria sekarang lebih mencintai wanita yang memiliki kompetensi dan akan lebih respek dengan wanita yang punya segudang kemampuan.

Sering berakting dan berpura-pura
Ada 5 kesalahan umum yang dibuat wanita agar terlihat manis dan lugu untuk meraih perhatian dan cinta seorang pria. Kesalahan-kesalahan itu adalah:

1. Berpura-pura terluka, padahal sebenarnya Anda emosi.
2. Pura-pura kebingungan, padahal Anda sudah tahu solusinya.
3. Memperlakukan pasangan layaknya ia si big daddy.
4. Meminta sesuatu dengan nada artifisial dan manja.
5. Menciptakan kehebohan sebagai upaya minta diselamatkan.

Memang, bukan zamannya lagi pria berlaku bak kesatria yang menyelamatkan sang putri. Hidup sudah sedemikian berat dengan segala tanggung jawab dalam dunia karier dan finansial. Mereka tak punya waktu dan kesabaran yang cukup untuk menghadapi Anda yang sering berperilaku seperti anak kecil.

Si Dia Hobi Menghilang


Wanita mana sih, yang tidak mendambakan pasangan senantiasa berada di sisinya? Simpelnya, jika memungkinkan, setiap aktivitas dijalani berduaan. Di bulan-bulan pertama, ketika sedang gencar-gencarnya pacaran, si pria memang selalu menyanggupi.

Tapi seiring dengan waktu akhirnya ia juga butuh waktu sendirian. Dan ketika momen itu datang, wanita pun jadi bertanya-tanya dan menaruh curiga.

Padahal, dalam buku Mars and Venus, karangan John Gray, sama halnya dengan wanita, pria juga butuh ’rehat sejenak’ dari hubungan. Bahkan sekembalinya si dia dari masa ‘libur’-nya, sebenarnya banyak hal positif yang bisa muncul dari dirinya

Apa sebenarnya alasan mereka ’ngumpet’ sesaat dari kehidupan Anda? Sebelum menuduh yang aneh-aneh, simak dulu alasan mereka menyatakan butuh waktu khusus sendiri, yaitu:

- Pria sedang merasakan adanya kegundahan eksistensial dari dalam diri. Akibatnya, ia merasa perlu waktu untuk berpikir dan merenung guna menemukan jati diri. Itu sesuatu yang lumrah terjadi dalam perjalanan hidup seseorang, jadi tidak perlu dikhawatirkan.

- Tuntutan peran yang tinggi dalam hubungan, membuat pria kerap membutuhkan waktu khusus untuk berpikir tentang masa depannya bersama pasangan.

- Sedang mengalami rasa jenuh, sehingga ia membutuhkan waktu untuk refreshing seorang diri atau bersama teman-teman prianya.

Jadi, buang jauh rasa panik dan curiga, kala si dia butuh waktu sendiri. Nah, agar hubungan tetap mesra saat Anda dan pasangan ‘berpisah sementara’, ini cara-cara menyingkapi kebiasaan ‘menghilang’ pria di bawah ini:

- Pahami kebutuhan pasangan mengenai waktu khususnya, sebagai bagian dari proses hidupnya. Dengan memahami kebutuhan tersebut, Anda akan merasa tenang membebaskan dirinya melakukan kegiatan yang diinginkan.

- Tanamkan terus pola pikir yang positif dalam benak Anda. Bangun rasa percaya diri. Yakinkan, apapun yang dilakukan di luar sana, pasangan tetap akan kembali ke pelukan Anda.

- Tumbuhkan pula rasa percaya terhadap pasangan. Sehingga tidak muncul pikiran-pikiran negatif tentang dirinya.

- Anda perlu ‘memanjangkan antena’, bila keinginannya menyendiri terasa terlampau sering. Cari tahu apa yang terjadi. Bukan tidak mungkin hal itu dijadikan alasan baginya untuk melakukan hal-hal negatif, seperti obat-obatan terlarang atau berselingkuh. Ajak dia terus berkomunikasi.

Apakah Anda Termasuk Pasangan Jadul ?


Banyak orang bilang, bila ingin memiliki perkawinan langgeng, ada aturan mainnya! Tapi, seiring waktu, banyak aturan berlaku di masa generasi orang tua kita yang sudah ‘basi’ alias ketinggalan zaman. Nah, agar Anda dan suami tidak tergolong dalam pasangan ketinggalan zaman, ikuti aturan perkawinan yang makin modern ini.

Dulu: pergi ke mana-mana selalu bersama suami
Sekarang: sesekali pergi tanpa ’dikawal’ suami.

Datang sendirian ke acara kumpul-kumpul bareng teman, bukan berarti Anda dan suami sedang cekcok. Ada kalanya Anda dan suami butuh ruang sendiri. Jadi, ke mana-mana tak perlu selalu didampingi suami.

Kebersamaan konstan sebenarnya tidak menyehatkan bagi perkawinan. Gaya perkawinan seperti itu bisa mengungkung dunia Anda.

Memiliki teman di luar lingkaran ’rumah’ tidak hanya membuat wawasan Anda lebih luas, tapi juga kaya pengalaman. Hal ini bisa membuat hidup lebih menarik. Otomatis, membantu Anda menjadi wanita menarik di mata suami.

Namun, Anda dan suami juga jangan sampai kehilangan kebersamaan. Jika Anda lebih mengenal kehidupan teman-teman dibandingkan pasangan, sebaiknya tingkatkan kembali porsi berkomunikasi dengan suami.

Dulu: berkonsultasi dengan psikiater, bila ada masalah besar.
Sekarang: cari bantuan sebelum muncul masalah.

Banyak pasangan suami istri yang baru merasa membutuhkan bantuan profesional, ketika sudah terjadi guncangan dalam perkawinan. Akibatnya, saking beratnya masalah, seringkali perkawinan tidak bisa lagi diselamatkan. Tahukah Anda, gaya menyelesaikan masalah seperti itu sudah ’basi’?

Yang semestinya Anda berdua lakukan adalah mencari bantuan profesional sebelum konflik muncul. Tak perlu langsung berkunjung ke psikiater, Anda berdua bisa belajar mengatasi problem melalui workshop atau seminar untuk pasangan. Ajang seperti ini banyak digelar di akhir pekan. Menurut John Gottman, Ph.D., penulis Seven Principles for Making Marriage Work, menghadiri workshop perkawinan dapat melatih kemampuan pasangan mengatasi konflik.

Dulu: tugas domestik, tugas istri
Sekarang: berbagi tugas rumah dengan suami

Saat ini, sudah banyak suami yang mau berkontribusi dalam tugas-tugas domestik. Agar sama-sama nyaman menyelesaikan tugas rumah, lakukan secara fleksibel. Bila tugas kantor sedang menumpuk di malam hari, Anda bisa meminta bantuan suami mengurus anak. Begitu pula sebaliknya. Dengan begitu, Anda dan suami bisa membagi tugas antara tugas kantor dan mengurus rumah, serta anak.

Jika Anda tak sempat masak, tidak perlu dipaksakan. Anda dapat memesan makanan restoran, atau, berlangganan catering. Bingung melihat tumpukan baju kotor? Anda bisa mengirim baju kotor ke jasa binatu. Dengan begitu hidup Anda dan suami bisa lebih simpel.

Bahagia di Pernikahan Kedua


Merasa trauma menikah lagi setelah bercerai memang wajar. Tak bisa dipungkiri, tidak mudah memulai untuk kedua kali. Apalagi saat menjalani pernikahan sebelumnya, Anda merasa seperti di dalam ‘neraka’. Tapi, menurut Barbara De Angelis, PhD, pakar perkawinan dari Los Angeles, AS, tidak sulit pula meraih peluang kebahagiaan di perkawinan. Yang penting, antisipasi tantangan yang dihadapi di pernikahan Anda selanjutnya.

Umumnya, wanita bercerai karena apa yang didapatnya dari perkawinan tidak sesuai dengan harapannya semula. Bila harapan tak jelas, maka peluang untuk merasa salah pilih atau kecewa lagi pada perkawinan kedua menjadi sangat besar. Nah, sebelum bersanding di pelaminan kedua kalinya, apa saja yang harus dipertimbangkan?

Bicarakan anak dari awal
Mencari pengganti ayah bagi anak, tak dapat dijadikan alasan untuk menikah lagi oleh wanita bercerai. Soalnya, “Istilah ‘mantan suami’ itu ada, tapi istilah ‘mantan ayah’ tak ada..

Mungkin bila suami pertama sudah tiada, masalah anak tidak akan begitu rumit bagi perkawinan kedua. Tapi situasinya beda bila ayah si anak masih hidup. Misalnya, yang meski sudah merelakan hak perwalian anak mereka pada sang ibu, masih ingin menggunakan haknya untuk bertemu rutin dengan anaknya

Sebelum muncul masalah, sebaiknya bicarakan dari awal semua hal tentang anak, mulai soal-soal sekarang, sampai yang akan datang. Tidak hanya soal yang di depan mata, seperti jadwal pertemuan dengan si ayah atau si ibu kandung, tetapi juga soal yang akan datang. Misalnya, yang menyangkut perwalian bila si anak akan menikah (bila si anak adalah perempuan). Meski waktunya masih panjang, dalam hal ini, sebaiknya tidak membuka kemungkinan yang tidak menguntungkan untuk semua pihak kelak.

Mantan: beri batasan
Untuk mengatasi sandungan dengan mantan, Anda dan calon suami harus bisa bersikap terbuka. Jangan ragukan dia. Jangan sembunyikan apa pun darinya. Mulai soal anak, uang, peran Anda dalam keluarga, sampai soal yang menyangkut mantan suami Anda sendiri

Agar mantan tidak terlalu mencampuri perkawinan kedua Anda, beri batasan tegas padanya. Ungkapkan padanya bahwa hanya urusan anak yang masih bisa didiskusikan dengannya. Jangan sampai mantan ‘meracuni’ pernikahan Anda.

Berbagi Harapan
Bagi mereka yang sudah memasuki perkawinan keduanya, Barbara berpesan agar tidak memancang harapan terlalu tinggi. Sadarilah Anda berdua sudah bekerja keras untuk sampai pada perkawinan kedua. Maka, sebelum berharap dapat ‘mendaki gunung’, cobalah rehat sejenak untuk merasakan nyamannya berdua lagi, dengan berjalan pelan-pelan dulu. Sedangkan adanya ketakutan dan kecemasan gagal lagi, wajar-wajar saja asalkan proporsional.

Selain itu, cobalah berbagi harapan dengan calon suami. Plus, ungkapkan padanya cara Anda menghada[pi masalah. Dengan begitu, dia bisa mengenal Anda lebih dalam, atau malah Anda berdua menemukan aturan baru menangani konflik di masa depan.